Gretha keluar dari dalam mobil dengan ragu. Dia menatap Kendrick yang melangkah ke arah pintu masuk rumah sakit. Kendrick menoleh ke belakang dan melihat Gretha masih berdiri di samping mobil. “Kenapa kau masih diam di sana? Ayo ke sini.” “Iya, Tuan.” Gretha hanya bisa patuh, Kendrick sangat keras kepala, jadi dia pun tak ingin membantah. Bekas merah di kening Gretha pun sudah semakin menghilang. Hanya tersisa sedikit, dan Gretha merasa malu harus mengecek benturan kecil itu sampai ke dokter segala. “Tuan, Anda bisa lihat sendiri, bekas merahnya sudah semakin menghilang. Sepertinya kita sudah tidak perlu menemui dokter. Lebih baik kita ke kantor saja, Tuan,” tutur Gretha kepada Kendrick. Kendrick menoleh, dia menatap kening Gretha yang memang sudah tak semerah tadi. “Tetap saja harus

