“Bagaimana, Tuan? Mereka sudah sampai di sekolah? Saya harusnya menyusul, takut Tuan Muda memerlukan saya.” “Tidak usah.” Gretha mendongak dan mengerutkan kening mendengar jawaban Kendrick. “Saya tidak perlu menyusul, Tuan? Apa begitu?” “Iya, kau ikut dengan saya.” “Hah?” “Kyler biarkan saja bersama Ray. Mereka juga butuh waktu bersama. Sewaktu kau belum ke sini, Ray adalah teman Kyler. Mungkin sekarang dia sudah rindu, biarkan mereka berdua tanpa diganggu,” tutur Kendrick beralasan. Gretha mengangguk, dia percaya begitu saja. “Jadi, saya harus apa sekarang, Tuan?” “Kau ikut dengan saya.” “Ke kantor Anda?” “Hem.” “Tapi—saya tidak bisa melakukan apa-apa masalah pekerjaan kantor itu, Tuan,” balas Gretha ragu. “Ikut saja, kau akan berguna nanti.” Kendrick berjalan melewati tubuh Gr

