“Selamat pagi, Tuan. Apa Anda sudah baikan?” Suara lembut seseorang mengalihkan perhatikan Kendrick. Pria itu meletakkan benda pipih di tangannya di atas meja, kemudian menoleh ke arah Gretha. Duda beranak satu itu menatap Gretha dengan pandangan intens. Gretha tersenyum kaku, dia merasa jika Kendrick memang perlahan berubah kepadanya. “Bawa Kyler ke kantor setelah dia pulang sekolah.” “Baik, Tuan.” Kendrick berdiri dan mendekat ke arah Gretha yang berdiri kaku dengan kepala menunduk. Kepala gadis itu berada tepat di d**a bidang Kendrick. “Dia benar-benar begitu kecil, apalagi jika sedang berdiri seperti ini. Aku seakan sedang berhadapan dengan anak sendiri. Ck, kenapa bisa dia begitu mungil? Meski umurnya kecil, seharusnya dia lebih tinggi sedikit lagi,” batin Kendrick menilai tingg

