Menjalankan niatnya membuatkan teh untuk sang majikan. Kini Gretha sedang berjalan ke arah ruangan kerja Kendrick. Gadis itu membawa satu gelas teh di atas nampan. Gadis kecil itu berjalan sembari menarik napas dalam, dan menghembuskannya pelan. Dia menguatkan mental sendiri untuk berhadapan dengan Kendrick. Lorong mansion malam itu terasa sunyi, seperti malam biasa. Bagaimana tidak, jika sebenarnya yang menghuni mansion luas nan mewah itu hanyalah dua orang, ditemani oleh banyaknya pekerja. “Oke, Gretha. Tarik napas dalam, hembuskan pelan. Tarik napas lagi ... hembuskan.” Gretha bergumam sendirian di sela langkahnya menuju ruangan kerja Kendrick. Gadis kecil itu menatap pintu ruangan kerja sang majikan dengan wajah horor. Seakan pintu itu sedang menyimpang banyaknya hal mistis, tetap

