Nelson masih berusaha untuk mencerna situasi apa yang sedang dijalaninya. Pengakuan tiba-tiba dari Robert tak hanya berhasil membuatnya terkejut, bahkan juga ada rasa kesal yang dirasakannya. ‘’Kakak,’’ panggil Queen dengan mengguncang tubuh Nelson yang masih terdiam sejak Robert selesai berbicara. Nelson mengalihkan tatapan kosongnya untuk menatap Queen yang duduk di sampingnya. Queen bahkan tak tahu arti tatapan Nelson padanya saat ini. ‘’Katakan sesuatu,’’ bisik Queen. ‘’Apakah karena Jeslyn, anda mau membantu Addison Group?’’ tanya Nelson yang sekarang berubah menatap Robert dengan serius. Nelson yang tadi nampak seperti pria ramah, namun sekarang berubah menjadi sedikit menyeramkan. ‘’Saya menjalin kerja sama dengan anda, tak ada hubunganya dengan urusan pribadi asmara kami. Saya

