Queen keluar dari ruangan itu dengan setetes air mata yang jatuh di pipinya. Ketika Queen membuka pintu, David menatapnya dengan ekspresi bingung. Queen masih terdiam sejenak di depan pintu denan tatapan kosong. ‘’Ayo kita pulang,’’ ucap Queen dengan suara serak, sembari menatap David dengan ekspresi sedih. ‘’Bagaimana dengan Tuan Robert?’’ tanya David dengan wajah datarnya. ‘’Robert memintamu untuk mengantarku pulang,’’ jawab Queen dengan singkat. David hanya diam tak bertanya lebih jauh. ‘’Mari, silangkah,’’ ucap David dengan tangan mengulur mengisyaratkan untuk Queen berjalan terlebih dahulu. Queen melangkah dengan David di belakangnya. Meskipun baru pertama kali datang ke tempat ini, namun Queen sudah menghapal pintu mana saja yang tadi dia lewati. Tapi ketika Queen akan membuka pi

