"Iya, Dan. Mama serius." Ucapan Sari sulit sekali rasanya untuk dipercaya oleh Daniel. Terlebih selama ini Sari kurang suka dengan keluarga baru Daniel, yaitu Mulan, Samuel, dan juga Safira. Di sisi lain, Anna tak berani mengangkat kepala. Menunduk menatap lantai keramik sambil memeluk lengan Edo. Ia sangat-sangat mengkhawatirkan keadaan Samuel di dalam sana. Ingin rasanya Anna berlari masuk untuk melihat tubuh Samuel yang terbaring lemah saat ini. Dokter Laras tersenyum hangat. "Alhamdulillah, kalau Ibu mau mendonorkan darahnya untuk Dokter Sam." "Iya, Dokter. Saya bersedia mendonorkan darah untuk Samuel," balas Sari. Kemudian Dokter Laras menoleh pada perawat yang berdiri di sampingnya. "Suster tolong antar Ibu ini untuk melakukan transfusi darah." "Baik, Dok." Perawat tersebut ter

