Samuel segera dilarikan ke rumah sakit. Celine dan Marcel membantu perawat mendorong brankar tempat Samuel berbaring saat ini. Celine tidak berhenti menangis, melihat laki-laki yang ia cintai dalam keadaan lemah tak berdaya di atas brankar. Darah pun masih terus menetes dengan beberapa luka yang menggores wajah tampan Samuel. "Mohon maaf, Mas, Mbak, kalian tidak boleh masuk. Kami akan segera menangani Dokter Sam dengan sebaik mungkin," ucap seorang perawat saat mereka tiba di ruang UGD. Marcel mengangguk. "Baik, Sus." Kemudian Marcel merangkul pundak Celine, membiarkan Samuel masuk untuk ditangani oleh pihak rumah sakit. "Tenang, Cel. Sam akan baik-baik saja. Kita hanya perlu mendoakan keselamatan nya, karena hanya itu yang dia butuhkan saat ini," ujar Marcel mencoba menenangkan Celi

