"Sudah ada perempuan lain yang sejak lama menyimpan cinta yang begitu besar sama kamu, Mas. Jadi buka hati kamu untuk nya. Terima dia dan lupakan aku. Si egois ini." Kata-kata itu seolah terngiang di kepalanya. "Perempuan lain? Siapa?" Samuel bergumam bingung. Segera Samuel menyeka air matanya. Bergegas keluar dari dalam kafe, mengejar kepergian Anna untuk menanyakan siapa perempuan lain yang di maksud oleh Anna. Sampai di luar, Samuel mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah. Berharap Anna belum pergi terlalu jauh. "Anna," gumam Samuel begitu menemukan keberadaan Anna yang hendak menyebrangi jalan. Tidak ingin kehilangan jejak, Samuel setengah berlari mengejar kepergian Anna yang rupanya perempuan itu tidak membawa mobil. "Anna!" Samuel berteriak memanggil. Anna menoleh saa

