Revan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, jalanan malam itu nampak sedikit ramai tetapi tidak padat. Pria itu menoleh pada gadis di sebelahnya, lalu mengusap kepala gadis itu dengan sayang. "Kamu pasti kuat, Sha. Ada abang yang akan selalu di sisi kamu, yang selalu mendukung kamu," ucapnya penuh dengan dorongan semangat. Alisha menoleh ke arah kursi penumpang di mana gadis kecilnya itu tertidur. Alisha langsung menyandarkan kepalanya pada pundak Revan. "Makasih, Abang. Sha sayang abang juga," ucapnya sembari menitikan air mata. Alisha memilih pergi, bukan egois, dia hanya ingin menunggu sampai keadaan benar-benar kondusif. Sampai pria itu sembuh dan menikah dengan gadis pilihan keluarganya, barulah saat itu dia akan kembali. Awalnya Kyara memang tidak boleh ikut dengannya

