Derit pintu ICU terdengar menggema, memenuhi ruangan di mana Olivia berada. Tubuh anak gadis Bella itu tergeletak lemah, berbagai peralatan medis berjajar dan selang oksigen terpasang untuk membantu keberlangsungan hidup. Namun, Olivia tidak kunjung membuka matanya juga hingga hari ketiga. Dokter Gustin yang juga berada dalam ruangan itu tampak gelisah. Entah untuk yang ke berapa kali lelaki itu memeriksa raga yang bergeming tersebut. Sorot netranya nanar memandang Olivia yang bahkan tak mampu mengucapkan satu kata pun. "Dokter, menurut data statistik. Pasien tidak mengalami perkembangan apapun selama dirawat. Tindakan apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Suster Jean. "Kita tunggu perkembangannya besok, selama jantungnya masih memompa darah dengan baik. Pasien ini masih memi

