Dokter Gustin tercengang, dia merasa darah dalam tubuhnya tiba-tiba berderak dan mendidih mendengar pernyataan Rehan. Apa bagusnya lelaki ini jika dibandingkan dengan dirinya? Kekasih macam apa yang tega meninggalkan wanitanya ketika terpuruk? Segala argumen berkumpul dalam benak sang dokter. Entah mengapa, ia malah berharap lelaki itu segera pergi dari hadapannya. "Oh, Anda kekasih pasien. Maaf atas kelancangan saya," ujar Dokter Gustin tanpa menoleh ke arah Rehan. Rehan merasa tidak senang dengan perlakuan dokter itu, ia pun membalas permintaan maaf Gustin dengan datar. "Bukan masalah besar." Sementara itu Bella perlahan mendekati sang suami, tatapan kedua orang tua Olivia terlihat sendu. Walaupun tanpa penjelasan gamblang, Bella dapat menebak ada hal buruk yang terjadi dari mimik waj

