Darren kembali ke ruangannya dan langsung membuka email yang telah Abian kirimkan kepadanya. Ia nampak serius mempelajarinya dan benar saja apa yang Abian katakan jika terdapat ketidaksesuaian pada laporan keuangan mereka. Dan itu memang nampak telah berlangsung selama beberapa bulan. Tok tok Darren mengangkat wajahnya dan menatap Kiran yang berdiri di ambang pintunya yang terbuka. " Pak, setengah jam lagi meeting dimulai." ucap Kiran. " Ng... Saya akan digantikan pak Refan dulu. Beliau sudah kembali dari luar kota hari ini. Banyak yang harus saya kerjakan hari ini." " Baik, pak. Tapi apa ada masalah?" tanya Kiran ketika melihat wajah Darren yang nampak serius. " Sebenarnya ada yang mau saya omongin sama kamu. Bisa duduk dulu?" ujar Darren dengan sopan. " Ada apa, pak. Apa semua bai

