" Mbak Kiran, dipanggil pak Abian ke ruangannya. Sejak tadi bapak telepon ke meja mbak, tapi katanya nggak di angkat." ujar salah seorang rekan Kiran.." " Oh, oke." ucap Kiran sambil mempercepat langkah kakinya. Kiran lalu masuk ke ruangan Abian setelah mengetuknya terlebih dahulu dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati sosok Aidan berada di dalam sana. " Aidan?" " Hei... My baby Kiran..." ujarnya sambil mendekati Kiran dan memeluknya. " Ekhemm... " ujar Abian berdehem karena tidak menyukai sikap sahabat Kiran tersebut yang selalu saja memeluk Kiran seenaknya. " Kamu ngapain disini?" tanya Kiran dengan heran dan menatap Abian dan Aidan bergantian. " Ya ketemu kalian berdua lah. Ayo duduk sini, Ki. Kami mau makan siang. Mau ikut?" ujar Aidan yang kini langsung duduk di samping Ab

