Setelah kepergian Marvin dan Reno, gadis itu masih saja berdiam diri ditempatnya. Duduk dan mencoba untuk berdamai dengan hatinya yang telah tergores oleh perkataan pria itu. Sampai akhirnya ia harus bergerak dan meninggalkan sofa tersebut. Berjalan menuju meja karena telepon itu terus berdering dan begitu mengganggu baginya. Zeze : Hallo... Siapa ini? (sapanya dengan suara serak.) Tania : Heh pembantu! Ingat ya, jangan pernah sekalipun kamu berniat untuk merebut Marvin. Derajatmu sama sekali jauh berbeda di bawah kami. Zeze : Maaf tapi ini siapa? Anda mungkin salah sambung, dan lagi pula saya bukan pembantu di sini. Tania : ha-ha-ha... Jadi sekarang upik abu berharap jadi Cinderella? Aku Tania. Ingat nama ku baik-baik. Dan ya... Tidak lama lagi aku akan menjadi nyonya rumah. Be

