“Naikkan kaki mu!” pintanya lembut. Dengan cepat, Zeze menaikkan kakinya ke atas ranjang dan berbaring tepat di samping Marvin, tanpa sedikitpun membuat pelukan hangat pria itu lepas darinya. Marvin benar-benar menepati perkataannya, pria menyebalkan itu sama sekali tidak melakukan hal lain yang biasa ia lakukan. Hanya sebuah pelukan hangat, yang terasa begitu menenangkan dan membuat darah mereka mengalir dengan begitu tenang. Telinga Zeze yang ada di dadaa bidang Marvin, membuat ia bisa mendegar degup jantung yang begitu tenang dan seirama dengan degup jantung miliknya. Keadaan ini benar-benar membuat mereka berdua terdiam. Tidak ada yang mengeluarkan satu katapun, hanya sebuah tangan lembut milik Zeze yang mulai bergerak dengan sedikit ragu, terulur untuk memeluk Marvin. Tapi gerakan

