Setelah pintu tertutup, jantung Marvin masih saja berdegup kencang. Semua rasa dan hasratnya terasa semakin nyata, bahkan ia bisa merasakan segalanya hanya dengan menatap gadis itu. Hatinya mulai bertanya-tanya, mengenai rasa berbeda yang membuat ia merasa posesif. Tidak rela, bahkan saat ada Reno sendiri yang melihat gadisnya. Tapi sayangnya Marvin terus mengelak dengan semua rasa dan mengatakan jika ini bukanlah cinta. Cinta tidak akan hadir diantara dirinya dan Zeze, begitu juga sebaliknya. Tidak ingin terus memikirkan gadis itu, Marvin kembali naik ke atas ranjang empuknya dan menikmati waktu istirahatnya. Hari ini ia sengaja ingin bermalas-malasan bersama Zeze. Pikirannya kembali menerawang, mengingat bagaimana kedekatannya bersama setiap wanita, tapi sayangnya semua sangat berbeda

