“I-ini—“ Tania menatap Marvin dengan tatapan tekejut. Ia tidak pernah menyangka jika ternyata malam itu Marvin merekam beberapa adegan panasnya bersama pengusaha properti itu. “Ya! Ini adalah kau dan pria itu,” jelas Marvin dengan menunjukan seriangainya. Tania masih terus saja menggenggam erat benda pipih milik Marvin. Rasanya ingin sekali ia melempar benda tersebut, tapi Tania tentu saja tidak melakukan hal bodoh itu. Ia masih ingin hidup dan menjadi top model, meskipun Ia tahu kalau dirinya akan kehilangan sosok Marvin yang begitu sempurna. Wanita manapun tidak akan pernah menolak pria itu. Usia yang matang dengan karir yang cemerlang, membuat Marvin menjadi incaran banyak wanita, termasuk juga Tania. Tapi tidak pernah ada yang tahu jika pria dingin dan menyebalkan itu diam-diam dij

