Melihat gadis itu terlelap di sampingnya, membuat hati pria dingin itu menghangat dan sebuah senyum manis terbit di bibir pria itu. Marvin meletakan piringnya dan membenarkan posisi tidur Zeze agar lebih nyaman. Setelah itu, ia kembali menyantap makannya hingga semua habis tak bersisa sedikitpun. Marvin tidak akan pernah menyia-nyiakan kerja keras Zeze dalam menyiapkan makanan untuknya. Meskipun hanya sebuah hidangan sederhana, tapi kerja kerasa dan ketulusan Zeze lah yang membuat pria itu harus menghabiskan semuanya. Terbiasa hidup mandiri membuat pria itu tidak ragu untuk membereskan dapur dan piring kotor bekas makanannya. Saat sibuk di mencuci piring, sesekali Marvin melirik gadis itu yang terlihat layaknya bayi mungil yang kedinginan gadis itu menarik diri untuk mencari kehangatan.

