33. Mandikan Aku

1192 Kata

Beberapa hari telah berlalu, dan sikap Zeze masih saja formal layaknya seorang upik abu. Tidak ada teriakan gemas ataupun sikap kasar dari gadis itu, yang ada hanya kata-kata singkat yang membuat Marvin semakin frustasi. Seperti pagi ini, Marvin dengan sengaja membuat ‘gadisnya’ itu kesal. Berbagai cara ia lakukan, sampai hal konyol sekalipun ia gunakan untuk membuat Zeze kembali bersikap wajar padanya. “Zeze... Kemari!” “Ya, Tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya Zeze. “Mandikan aku! Sekarang juga!” ‘Enggak Zee, kalau lo sampai mandiin dia, mata lo akan ternoda. Tidak, tidak! Gue harus cari alasan,’ batinnya menolak. “Tapi Tuan, pekerjaan saya masih sangat banyak dan mana mungkin saya bisa... ahhh... saya tidak mungkin melakukan itu,” kilahnya cepat dengan menunduk. Melihat penolak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN