Marvin benar-benar tidak mengerti bagaimana cara untuk memenangkan hati Zeze. Selama ini dengan begitu mudahnya para wanita mendekat, tanpa harus ia bersusah payah, tapi kali ini berbeda. Zeze layaknya merpati, yang nampak jinak namun sulit untuk ditangkap. Hal itu tentu saja membuat Marvin harus bekerja keras, meskipun terkadang apa yang ia lakukan lebih banyak membuat Zeze sakit hati. “Kenapa dia benar-benar tidak bisa aku mengerti, tidak seperti mereka yang... Sudahlah! Lebih baik sekarang aku menghubungi Reno, hanya dia fakar konsultasi yang aku miliki.” Acara ingin ‘dimandikan’ pun berakhir dengan kegagalan. Bukannya bisa melihat gadis itu kembali ceria dan cerewet, Marvin malah harus kembali berkonsultasi pada sahabatnya. Ia keluar dari kamar mandi masih dengan segitiga dipinggang

