Tiga tahun kemudian. “Sayang, pelan-pelan jalannya,” ucap Leta saat melihat putranya yang tengah berjalan ke arah sang papa yang baru saja pulang dari kantor. Setelah mendapat restu dari kedua orang Geo dan ibunya Leta, selang satu minggu mereka langsung melangsungkan pernikahan mereka secara sederhana, hanya keluarga saja yang hadir. Leta tak ingin pernikahan mewah dan meriah, karena baginya yang terpenting pernikahan mereka sah di mata hukum dan negara. Leta hanya ingin anaknya diakui oleh masyarakat, dan tak dianggap sebagai anak haram, karena dirinya sekarang sudah menjadi istri Geo. Leta juga bahagia, karena mempunyai mama mertua yang sangat perhatian, selalu memberinya dukungan dan nasehat agar tak lagi menatap ke belakang, melupakan masa lalunya, dan memulai hidup yang baru, be

