Leta baru saja selesai memakai pakaiannya, ia melihat Geo yang tampak kelelahan dengan duduk bersandar di punggung sofa. Tubuhnya masih basah dengan peluh yang menetes di dadanya bidang. Nafasnya masih memburu. Leta mendudukkan tubuhnya di samping Geo. “Jangan lupa pakai baju, malu kalau ada yang masuk kesini lihat kamu polosan gini,” bisiknya di telinga Geo. Geo mengulum senyum, lalu menoleh ke arah Leta. “Kan kamu yang buat aku jadi kayak gini, harusnya kamu tanggung jawab dong, masa setelah puas aku dilupain gitu aja,” godanya sambil mencolek hidung mancung Leta. “Kan yang puas bukan Cuma aku, tapi kamu juga, fifty-fifty lah. Aku harus segera pulang, mau nyiapin makan malam romantis buat kita nanti. Kamu pulang ke apartemen kan?” Leta bersandar di bahu Geo, ia bahkan tak merasa risih

