Leta mencoba untuk berdiri, setelah lelah menangisi takdirnya yang sungguh kejam padanya. Andai dirinya tau Geo sudah menikah, maka dirinya tak akan pernah mau menerima tawaran Geo, hingga akhirnya dirinya sekarang terbelenggu dengan hubungan yang terasa begitu nyaman untuknya. Dengan tubuhnya yang sama sekali tak memiliki semangat hidup lagi, perlahan melangkah menuju kamarnya, kamar yang dirinya tempati bersama dengan Geo. Leta menatap ke sekeliling kamar itu, tatapannya berakhir ke arah ranjang, tempat dimana selama ini dirinya sering bertukar peluh dan kenikmatan dengan Geo. “Sekarang apa yang harus aku lakukan?” Leta melangkah menuju ranjang, mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang, mengambil pigura kecil yang baru semalam dirinya letakkan di atas nangkas. Foto dirinya dan Geo. Terli

