“Kamu maunya aku bilang apa?” “Kok malah tanya sama aku? kan aku tanyanya sama kamu.” “Kasih contoh aja gitu.” “Aku mau kamu jawab dengan jujur dari dalam hati kamu, Ta.” “Jadi aku harus jujur nih?” “Hem, apapun yang ada di hati kamu, katakan saja.” Leta tampak tengah berpikir keras. Tak mungkin juga dirinya bilang kalau Geo adalah pria yang berhasil menarik hatinya, membuat jantungnya terus menggila saat berdekatan seperti ini. “Kamu itu pria yang baik. Meskipun kebaikan kamu itu harus ada imbalannya. Tapi, siapapun wanita yang akan menjadi pendamping hidup kamu nanti, pastilah wanita yang sangat beruntung,” ucap Leta dengan menepiskan senyumannya. “Kamu juga bisa membuat wanita yang ada disampingmu merasa nyaman.” “Apa kamu merasa nyaman saat bersamaku?” tanya Geo sambil menoleh

