Bab 14

1043 Kata

Jam sudah menunjukan pukul 11:54 siang. Adzan pun sudah berkumandang dua menit yang lalu. Bu Nining mengajak kami untuk sholat berjamaah di mushola kecil tepat berada di belakang rumahnya. Sambil menunggu iqomat, aku lebih memilih berdiri saja. Darahku berdesir ketika bertemu pandang dengan Vino yang baru saja memasuki mushola di bantu oleh om Furqan suami Bu Nur. Bahkan aku melewatkan senyuman Vino yang dia lemparkan padaku ketika kami bertemu pandang. Aku masih kesal padanya tapi juga iba. Melihat kondisi Vino sekarang. Rasanya ingin membantu merawat tapi apalah daya kami bukan seseorang yang bisa saling bersentuhan. Impian untuk menjadi mahramnya saja telah gagal, karena dia sudah lebih dulu mengalah sebelum berperang. Padahal kan seorang wanita sangat senang diperjuangkan oleh l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN