Bab 10

1373 Kata

Tau nggak, menunggu dalam diam itu sesuatu yang paling menjengkelkan. Harap-harap cemas. Seperti lagi menunggu kabar kelulusan. Huff. Sudah berapa hari ini aku menunggu balasan Surat dari Vino. Berkali-kali juga aku mendatangi kantor pos, untuk menanyakan apa ada kiriman surat atas namaku. Tidak ada, tidak satu pun. Seperti siang ini, aku datang lagi ke sana untuk mencari tahu kabar tentang surat itu terkirim atau kah nyasar. Kata pas posnya surat itu sudah tiba di alamat yang tertera. Tapi kenapa aku belum mendapatkan balasan juga. Keluar dari sana berjalan lesu menuju halte, sambil menundukan pandangan ke bawah. Lelah rasanya menunggu tanpa kepastian. Apa dia sudah mulai melupakan janjinya? Atau sudah menemukan dambaan hati yang baru di negera sana. Huff! Apa penantian ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN