Bab 11

1282 Kata

Tidak mau menunggu hari esok, aku menyeret Rani keluar dari toko buku. Yang mulai ramai oleh para pengunjung. Membawanya mencari tempat lebih enak untuk berbicara. Mengabaikan jantung mulai berdegup tak normal. Sungguh, aku penarasan mengenai keadaan Vino. Apa maksud Rani berkata jika pria yang aku sayangi dalam keadaan tidak baik di negeri orang. Tapi, Harun seakan tidak mengizinkan aku mendengar kelanjutan pembicaraan Rani. Ia ikut menarikku untuk segera menaiki mobilnya. "Ayo pulang!" "Kamu kenapa sih, Apa urusan kamu melarang-larang!" "Karena itu semua tidak penting untuk kamu dengar, Ayes. Lupakan dia, karena sebentar lagi kamu menjadi tanggung jawab aku, mengerti!" "Tidak penting kata kamu? Lupain dia?" menarik nafas dalam menepis segala emosi dalam d**a,"Kenapa sih kamu nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN