Ternyata tidak semua rencana bisa berjalan mulus. Niatku ingin berkunjung ke rumah bu Nining jadi terhalang karena sorenya tiba-tiba turun hujan. Menunggu hujan itu reda hampir satu jam. Aku gelisah berdiri di balik pintu kaca istana roti. Memandang lurus ke jalanan. Jika nanti apa yang dikatakan bu Nining dengan perkataan Rani itu sama. Aku tidak tahu harus bagaimana. Mungkin kegelisahan aku diketahui oleh Puput. Dia menepuk pundakku pelan sembari tersenyum lembut. Satu jam yang lalu aku sudah menceritakan semuanya pada Puput tanpa sisa. Mencurahkan kekesalan tertahan di d**a. "Sabar, Ay. Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar, in sha Allah semua akan baik-baik aja kok." Menghela nafas, dan meanggukan kepala. Astagfirullah, hampir saja aku lupa diri oleh kegelisahan

