Tidak banyak bicara, Darry segera mengenggam tangan Violet dan membawanya untuk menuju kantin yang tidak begitu jauh dari parkir itu. Violet hanya diam dan tidak bicara apa pun. Bagaimanapun, Darry adalah atasan paling tinggi di perusahaan ini, mungkin saja ia akan aman nantinya. "Semoga saja ini tidak menjadi masalah nantinya," batin Violet, dengan mata terpejam seraya meminta doa pada Tuhan. Sesampainya di kantin, Darry menyuruh Violet untuk duduk pada salah satu kursi yang ada di sana. Sedangkan, ia sendiri membelikan makanan sehat untuk wanita itu, dan juga untuk dirinya. "Vi, kamu tidak usah cemas begitu dong," tegur Darry, saat melihat wajah Violet yang sangat tertekan seperti itu. "Santai, ada aku di sini." Violet mengembuskan napas panjangnya. "Iya, memang ada kamu. Masala

