Violet menggeleng pelan. Memang benar, kemarin ia sempat merasakan patah hati yang begitu hebat, dan menyesali pernah mencintai sosok yang tak pasti seperti itu. "Aku tidak tahu, Ibu." Violet menggeleng lemah. Entah, pernah memberikan label yang sama atau tidak pada laki-laki lainnya, tapi terpenting sekarang ini sedang tidak ingin jatuh hati kembali. "Ibu, sekarang ini aku hanya ingin berteman saja dengan mereka semua. Jangan bicara seolah-olah aku akan menyukainya." Lisma menatap wajah Violet yang tengah murung itu. Ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi tersebut, dan mengelusnya lembut. "Maafin Ibu, ya. Sekarang, apa pun yang akan menjadi pilihan kamu, Ibu berharap kamu bisa tetap bahagia," ucap Lisma, dengan senyum tipis yang terulas pada bibirnya. Violet mengangguk lema

