Tidak tahu sudah berapa lama Sherena tertidur. Sehingga tidak menyadari Abdi sudah duduk di sampingnya dan seluruh lampu utama telah padam. Pria itu mengulas senyum, melihat sang istri yang selalu membuat hari-harinya penuh tantangan. Penuh dengan pengalaman baru dan rasa berdebar yang belum pernah ia rasakan. Dalam diam Abdi memperhatikan wajah cantik Sherena yang sedang tidur begitu lelapnya. Meskipun tanpa riasan di wajahnya, Sherena tetap mampu memancarkan kecantikan alami yang ia miliki. Hingga mendorong Abdi untuk mengecup pipi kiri dan kanannya. Berakhir di bibir merah muda yang sedikit terbuka. "Aku tidak pernah menyangka bisa memiliki istri sesempurna dirimu, Bee." Merapikan anak rambut Sherena yang berantakan. "Andai saja waktu itu aku menolak, belum tentu aku mampu menemuk

