Lusi tidak bisa mengatupkan mulutnya. Saat mendengar Sherena bercerita melihat langsung apa yang ia dan Darren lakukan di apartemen kemarin. Tahu Sherena melihatnya tengah melayani Darren, tentu saja membuat Lusi malu setengah mati. Terlebih lagi saat Sherena berkata, "Aku heran kenapa kamu bisa megap-megap seperti ikan yang butuh air. Padahal itu sangat sakit." Sherena menyipitkan matanya. Menuntut penjelasan dari Lusi yang sudah tak tahu lagi harus mengatakan apa. "Ayo katakan padaku agar aku tahu apa yang kamu lakukan hingga bisa melupakan rasa sakit itu." Seakan tidak memiliki dosa sama sekali, Sherena malah mengajukan pertanyaan yang membuat wajah Lusi semakin merah padam. "Jalani saja. Aku yakin kamu pasti akan mengerti." Lusi menarik nafasnya dalam-dalam. "Lain kali kalau

