Sabun Cair

1160 Kata

"Kenapa?" tanya Abdi seraya menghapus jejak basah di bibir Sherena. Setelah beberapa menit mereka berdua saling memagut dan melilit di dalam rongga mulut. Menikmati kehangatan yang begitu basah dan manis. Menikmati kekenyalan lidah yang saling bertaut dan memeriksa setiap sudut rongga yang begitu hangat tersebut. "Sesak nafas." Sherena berucap dengan nafas yang putus-putus. Setelah diterpa gelombang aneh yang menggelitik di bagian bawah perutnya. Diperparah dengan Abdi yang tidak memberikannya izin untuk bernafas secara normal karena pagutan dan kulumannya begitu dalam dan menuntut. Abdi menarik kedua sudut bibirnya. Geli melihat kedua pipi Sherena yang merah padam, pasca kuluman panjang mereka. "Abdi …," lirih Sherena menatap tangkupan telapak tangan Abdi yang masih meremas dan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN