Bola lampu yang lembut

1667 Kata

"Masih sayang sama dia? Kamu udah nikah masih saja menyimpan rasa sama pria lain. Kalau begini caranya, kenapa kamu harus …." Lusi menahan ucapannya. Ketika Evan, sang asisten dosen datang bergabung bersama mereka di halte bus yang ada di depan kampus. Pria tampan berkacamata itu ikut duduk di samping Sherena. Menatap lurus pada jalan raya, yang amat padat di jam pulang kantor seperti sekarang. Tahu akan statusnya, Sherena sedikit bergeser ke samping Lusi. Mengulas senyum sekilas, sebelum fokus kembali pada ponsel yang ada di tangannya. Merengek kepada Abdi agar datang cepat karena ia sudah selesai kuliah. Namun, sayangnya kali ini Sherena harus kecewa. Abdi meminta maaf tidak bisa menjemput karena masih terjebak macet di jalan penghubung antara Bogor dan Jakarta. Itu artinya Viona

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN