"Sampai kapan wanita jadi-jadian itu menggangu Abdi? Sampai-sampai aku harus mengerjakan ini semua, sendirian? Bayangkan? Sen … dirian! Biasanya selalu didampingi dan ditemani. Sekarang?" gerutu Vanya. Meletakkan dengan kasar tumpukan dokumen yang ada di tangannya ke meja. Gadis dengan rok yang sangat jauh dari atas lutut itu menghempaskan bokongnya di kursi. Memijat pelipisnya yang terasa sakit karena pekerjaan yang menggunung. Dan rasanya semakin tidak enak dikala ingat bagaimana repotnya ia berbelanja di mall kemarin. Demi menemukan setelan baru untuk menggoda Abdi. Bukan hanya itu, subuh-subuh sekali Vanya sudah merias wajahnya agar semakin cantik dan menggoda. Tujuan hanya satu, ingin membuat Abdi terpesona. Dengan penampilannya yang sangat seksi dan wajah cantiknya. Namun, sem

