Mungkin hanya Abdi yang mampu memaksa Miko dan Vano untuk datang ke klinik. Tanpa mengizinkan ada komentar yang keluar dari mulut mereka berdua. Lebih parah dari pemaksaan tersebut, Miko dan Vano harus datang bersama istri mereka masing-masing. Tidak peduli bagaimana caranya, Dita dan Viona harus datang menemuinya di klinik, untuk menyelesaikan masalah yang dibuat Sherena. Terutama masalah pemukulan yang menyebabkan bibir salah satu mahasiswa dijahit. Hanya tiga jahitan, tapi cukup membuatnya tidak mampu membuka mulut seperti saat merendahkan Sherena. "Ehem," Abdi berdiri. "Ini Vano dan Miko. Beserta istrinya, Dita dan Viona. Mereka datang kesini untuk menjadi saksi sekaligus membawa bukti, menepis segala tuduhan palsu yang para mahasiswa ini lakukan kepada istriku." Menadahkan tangann

