"Dokter bilang kamu belum boleh pulang. Harus menginap malam ini." Sherena merapikan selimut yang menutupi tubuh Lusi. Seraya menahan sesak di dadanya. Berpisah secara tidak baik dengan Abdi, sedari tadi menimbulkan rasa sakit di segala sudut tubuhnya. Bahkan Sherena tidak berhenti menangis selama perjalanan menuju ke klinik. Dan ketika sampai di kamar rawat Lusi, air mata dipaksa berhenti. Ditelan sampai habis agar Lusi tidak melihat betapa hatinya sakit saat ini. Sakit meninggalkan Abdi begitu saja padahal pria itu adalah suaminya. Bukan kekasih yang tinggal diputusin hubungan pun selesai. Namun, statusnya adalah istri sah yang akan disandang hingga akhir hayatnya. Lalu kenapa dengan mudahnya Sherena pergi tanpa pamit? Membawa kekesalan yang menggunung di hatinya. Rasa sakit yang t

