“Ini Ujang persembahkan buat Emak,” tunjuk Ujang pada sebidang tanah. Di atasnya sudah ada tumpukan material seperti batu, bata dan pasir. Tak kuasa menahan tangis, Mak Lala tidak malu-malu lagi sesegukan di sana. Masih teringat dengan jelas berkali-kali mereka pindah kontrakan karena terusir. Berkali-kali juga mereka tinggal di rumah yang tidak layak karena uang mereka tidak cukup. Hingga akhirnya berdiri Star Wash dan Mak Lala bisa tinggal dengan nyaman di kontrakan yang lebih layak tanpa khawatir tidak dapat membayar uang kontrakan. Kini kebahagiaan itu bertambah kala melihat sebidang tanah yang sudah Ujang beli. “Anggap aja ini pengganti kebahagiaan Emak karena gagal umroh. Ikhlaskan saja uang yang sudah hilang, bukan karena kita kebanyakan uang, Mak. Tapi terus-terusan gak ikhlas

