Asmi Sedih Ujang Juga Sedih

1018 Kata

Di saat seperti ini, semua terbuka. Mana kawan, mana lawan, mana yang pura-pura baik dan mana yang munafik. Asmi terus-terusan menghela napas saat membaca ratusan chat yang 99,99 persen isinya adalah sindiran dan hujatan yang ditujukan kepada janda. Hanya ada satu janda di kantor itu, hanya ada satu orang Asmi yang difitnah telah melakukan hal-hal tidak senonoh di kantor. Asmi sedih, rupanya ini kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Jatuhnya ke jurang pula. Narto mendekat, "Jangan pedulikan mereka, Bu. Kita berada di jalan yang benar, tidak melakukan hal yang mereka tuduhkan." Asmi mengangguk lalu melirik kiri kanan, semua rekan kerja kembali bisik-bisik. "Berkasnya sudah selesai?" tanya Narto. Asmi mengangguk, "Maaf kalau masih belum sempurna, konsentrasi saya benar-benar kacau,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN