Ujang sampai di Garut agak malam, begitu membuka pintu dan mengucapkan salam dilihatnya Mak Lala ketiduran di sofa depan televisi. Hati lelaki itu menghangat melihat pemandangan di depannya, tetapi seketika berdenyut nyeri kala melihat apa yang Mak Lala dekap dalam dadanya. Perlahan-lahan, lelaki itu duduk dan mengambil gambar yang Mak Lala pegang, sebuah gambar masjidil haram dengan jamaah yang sedang tawaf. Ujang ingat Mak Lala meminta gambar itu dari tetangganya, dulu waktu wanita separuh usia itu masih jadi buruh cuci. Kegagalan menginjak tanah suci karena uangnya dibawa kabur pihak travel tak bertanggung jawab membuat Mak Lala harus menunda keberangkatan lagi. “Mak,” sapa Ujang dengan suara yang tidak terlalu kencang. Mak Lala membuka mata lalu menegakkan tubuhnya, “Astagfirullah,

