“What was that?” tanya Kun kepada Pay yang sedang tidur-tidur ayam di sampingnya. Hari telah menunjukkan pukul tujuh malam. Kun harus segera tahu apa yang terjadi jika tak ingin ada kesalahpahaman antar Joey dan Pay lalu berakhir dengan keributan yang tak diperlukan. “What was what?” Tanpa membuka matanya, Pay balas bertanya. Kun melirik ke belakang bahunya. Bonita, Willy dan Paris tengah menonton televisi. Di atas meja, berserakan bungkus makanan cepat saji yang tadi diantarkan penjaga villa untuk makan malam mereka. Tahu Pay sudah menghabiskan jatahnya, ia pura-pura mengajak pemuda itu merokok ke kolam renang. Sesampainya di sana, Pay tidak menanyakan mana rokok yang tadi ditawari Kun dan malah merebahkan diri di kursi. Ia tahu kalau ajakan Kun tadi bukan untuk merokok karena ia tahu k

