Final Moment

1142 Kata

Kun menghajar Baron sesampainya mereka di kota. Bonita yang sedang mengobati Joey membiarkannya saja, sedangkan Pay berjaga-jaga di ujung lorong sempit tempat mereka beristirahat sebentar sebelum berangkat ke Jakarta. Tulang rusuk Baron patah saat Kun menendangnya dengan beringas, mukanya lebam dan bengkak karena tak berhenti terkena bogem mentah. Kun melampiaskan smeua amarahnya ke pria itu, mengatai-ngatainya si g****k pengkhianat. “Si anjing manfaatin kita semua dengan berpura-pura nggak tahu apa-apa, nggak bisa apa-apa. Berlagak sok peduli dengan majikannya padahal ada niat busuk untuk kepentingan dirinya sendiri.” Satu pukulan lagi mendarat di lambung Baron, pria itu jatuh tersungkur. Baron tak mengaduh dan mengerang-ngerang, ada darah egar mengalir dari mulutnya. Ia memohon ampun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN