Tidak ada baju ganti yang lebih layak, tidak ada uang dan belum makan sedari pagi, Kun terpaksa menumpang charging ke konter pulsa. Untungnya ia tak dimintai bayaran untuk listrik yang telah digunakannya. Setelah ponselnya kembali menyala, Kun menelepon seseorang. Paris sedari tadi tak keluar-keluar dari balik tubuh Pay, ia menyembunyikan dirinya dari tatapan banyak orang, rasa malu telah melahap semua yang ada di dalam dirinya. Hari menjelang siang ketika Kun mengajak teman-temannya untuk beranjak pergi. Mereka berjalan kaki melewati deretan ruko, resto dan kafe di sepanjang jalan Kota Denpasar. Kun berbesok ke satu gang yang diapit dua restoran, tidak ada yang bertanya Kun mau mengajak mereka kemana. Lelaki itu berhenti di satu rumah berpagar kayu. Ia masuk tanpa mengucapkan salam lalu

