Kun tidak menempati janjinya untuk tak mengungkit lagi soal kenapa hanya dirinya yang tidak menyadari jenis kelamin Willy. Laki-laki itu tak berheenti berkicau selama perjalanan lebih kurang tiga jam mereka menuju Kota Bandung. “Kenapa kau mendandani Willow seperti anak lelaki? Dan kenapa namanya harus Willy?! Sialan.” Kun menepuk setir mobil dengan kekesalan memuncak. Bonita tak menjawab. Ia memekakkan telinganya, berusaha memblokir suara Kun dan menganggap pria itu sedang mengobrol dengan kaca mobil yang berada di hadapannya. Tidak ada gunanya meladeni pria secerewet Kun karena jika menjawab satu tanya darinya sedetik kemudian rentetan pertanyaan selanjutnya takkan berhenti berdatangan. Hari ini hari minggu dan Willy libur sekolah. Bonita menitipkan ibunya kepada sang kakak ketika pam

