Arlan menjatuhkan tas yang tersampir di bahunya. Ia bergeming, ketika keluarganya melangkah mendekat. Arlan dibuat terkejut dengan pernyataan Arkan mengenai transplantasi sumsum tulang. Pemahamannya mengenai pengobatan itu memang sangat minim, tapi Arlan tidak ingin kembarannya kesakitan karena hal itu. "Adek, dengarkan Bunda dulu." Arlan meraih tangan sang bunda, menggenggamnya erat penuh permohonan. "Adek nggak mau, Bunda. Nanti Aa kenapa-kenapa." Inka merengkuh putranya, mengajak Arlan duduk terlebih dahulu untuk menenangkannya. Sepertinya Arlan sudah salah paham mengenai transplantasi sumsum tulang. "Sini sayang, Bunda jelaskan." Arlan duduk di samping ibundanya. "Transplantasi sumsum tulang itu nggak akan buat Aa sangat kesakitan. Aa pasti baik-baik aja, Dek," terang Inka. "Tapi

