Chapter 33

1745 Kata

Pagi ini Arlan terbangun dengan perasaan yang sulit digambarkan. Bahagia? Terharu, sedih, lega, semua menjadi satu. Tadi, ketika bangun sang bunda berada di sampingnya, dan ternyata menemaninya sepanjang malam. Itu merupakan satu hal yang tak pernah terlintas di benak Arlan sebelumnya. "Adek mau sarapan sekarang?" Pertanyaan sang bunda membuyarkan lamunannya seketika. Arlan menggeleng sebagai jawaban. Ia memang belum ingin memasukan apa pun ke dalam perutnya sekarang. Ah, kalau bisa tidak usah makan, biar cairan infus saja yang bekerja ekstra untuk membuatnya sedikit lebih segar dan bertenaga tanpa repot-repot memasukan makanan ke dalam perutnya. "Kenapa nggak mau makan, Dek? Kapan mau sembuh kalau Adek nakal, perutnya nggak mau diisi," ujar Inka sambil mengusap puncak kepala putranya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN