Salma mengetuk pintu kamar beberapa kali, tetapi belum juga terdengar jawaban. Ia memutuskan untuk langsung masuk. Sebuah senyum mengembang begitu mendapati cucunya masih tertidur. "Adek," panggil Salma sembari mengusap lembut wajah Arlan. Arlan bergeming. "Sayang bangun dulu, yuk. Shalat subuh, udah jam lima lewat." Arlan mengucek matanya, kemudian berusaha mendudukan tubuhnya. "Nenek." "Gimana sekarang, merasa lebih baik?" tanya Salma seraya menyentuh dahi cucunya itu. "Lumayan, Nek." "Shalat, gih." Arlan mengangguk. Dengan muka bantalnya Arlan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Arlan masih begitu mengantuk karena semalam setelah dibangunkan sang bunda, ia hanya tidur beberapa jam saja. Mungkin ketika di luar sudah sedikit lebih terang, Arlan harus berolahraga kecil

