ARLAN POV Aku duduk di samping tempat tidur, menatap kosong ke luar jendela. Setelah obrolan menyenangkan dengan keluarga besarku tadi, aku langsung berpamitan untuk beristirahat. Beberapa hari belakangan ini, entah kenapa aku merasa waktuku semakin dekat. Bukan tanpa sebab, aku semakin sering merasa sakit, mimisan, atau memuntahkan cairan merah dari mulutku, dan semua itu di luar sepengetahuan mereka. Sejauh ini aku berhasil menjadi aktor yang baik, bisa menutup rapat rasa sakitku. Oh, ayolah bahkan sebentar lagi aku akan melakukan transplantasi sumsum tulang. Setelah itu, keadaan akan membaik bukan? Tapi kenapa aku tidak merasa demikian? Aku penasaran, bagaimana reaksi orang-orang seandainya aku benar-benar pergi. Lebih banyak mana, orang yang menangis atau orang yang menertawakan kep

