Chapter 45

2159 Kata

Setelah berhari-hari dikurung, akhirnya hari ini Arkan diperbolehkan menemui Arlan, itu pun karena hari ini jadwal transplantasi Arlan. Arkan jadi sedikit pendiam, tak banyak bicara seperti biasa. "A, ingat yang Ayah bilang? Kamu bilang aja kalau dahi kamu itu kebentur pintu atau apa. Jangan bilang kalau kamu baru saja kecelakaan. Adek pasti nggak bakal mau lakuin transplantasi itu," tutur Devan. Arkan hanya mengangguk tanpa bersuara. "Cuci mukanya biar segar, jangan kelihatan kuyu gitu." Arkan kembali mengangguk, dan mulai berjalan ke kamar mandi. Bagaimana tidak kuyu, selama beberapa hari ini Arkan tidak makan dengan baik, dan porsi tidur yang bisa dibilang sangat kurang karena seringnya mendapat serangan. Setelah Arkan kembali, Devan langsung menarik tubuh Arkan ke dalam pelukannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN